DevByMeProjects
Crafting Reliable Digital Solutions for Your Business
Cara Mudah dan Lengkap Install LAMP di Manjaro Linux (Apache, MariaDB, PHP)
Pendahuluan
Dalam dunia pengembangan aplikasi web berbasis PHP, memiliki web server lokal adalah kebutuhan utama, baik bagi developer profesional maupun pelajar IT. Web server lokal memungkinkan proses pengembangan, pengujian, dan debugging aplikasi dilakukan dengan lebih cepat tanpa harus bergantung pada server online. Salah satu solusi yang paling populer dan terbukti stabil adalah LAMP Stack.
LAMP merupakan singkatan dari Linux, Apache, MariaDB (MySQL), dan PHP—sebuah kombinasi teknologi open-source yang ringan, stabil, dan kompatibel dengan berbagai framework serta CMS populer seperti Laravel, CodeIgniter, dan WordPress. Karena fleksibilitasnya, LAMP masih menjadi pilihan utama dalam pengembangan aplikasi web hingga saat ini.
Sebagai distribusi berbasis Arch Linux, Manjaro Linux menawarkan performa inggi, manajemen paket modern, serta sistem rolling release yang selalu menghadirkan versi perangkat lunak terbaru. Namun, perbedaan struktur dan manajemen paket dibandingkan distro berbasis Debian (seperti Ubuntu) sering membuat proses instalasi LAMP di Manjaro terasa membingungkan, terutama bagi pengguna pemula.
Melalui tutorial ini, kamu akan mempelajari cara menginstal dan mengonfigurasi LAMP Stack di Manjaro Linux secara lengkap dan bertahap, mulai dari pemasangan Apache sebagai web server, MariaDB sebagai sistem manajemen basis data, hingga PHP sebagai bahasa pemrograman server-side. Setiap langkah disusun secara runtut, disertai penjelasan yang jelas agar mudah dipahami dan langsung dapat dipraktikkan.
Setelah menyelesaikan tutorial ini, kamu akan memiliki web server lokal yang siap digunakan untuk pengembangan dan pengujian berbagai aplikasi web berbasis PHP di Manjaro Linux.
Penting
Sebelum memulai instalasi, pastikan sistem Manjaro kamu telah tersinkronisasi sepenuhnya. Hindari menambahkan atau menginstal paket tanpa melakukan update sistem terlebih dahulu, karena dapat menyebabkan konflik dependensi. Untuk melakukan sinkronisasi sistem, jalankan perintah berikut:
Seluruh perintah dalam tutorial ini memerlukan hak akses root, sehingga harus dijalankan dengan menambahkan sudo di depannya.
Lingkungan dan Kebutuhan Sistem
Sebelum masuk ke proses instalasi, pastikan sistem Manjaro Linux yang digunakan telah memenuhi beberapa kebutuhan dasar berikut:
- Manjaro Linux (disarankan versi terbaru)
- Koneksi internet yang stabil
- Akses terminal
- Hak akses administrator (
sudo)
Tutorial ini dijalankan menggunakan Manjaro Linux 64-bit dengan package manager pacman. Perintah yang digunakan mungkin sedikit berbeda jika kamu menggunakan environment atau konfigurasi khusus.
Install Apache
Apache adalah web server yang berfungsi untuk melayani permintaan HTTP dari browser. Pada tahap ini, kita akan menginstal Apache serta melakukan konfigurasi dasar agar web server dapat berjalan dengan baik di Manjaro Linux.
Install Apache Web Server
Install Apache menggunakan perintah berikut:
Setelah instalasi selesai, lakukan konfigurasi awal dengan mengedit file konfigurasi Apache:
Nonaktifkan Modul unique_id Cari baris berikut:
Tambahkan tanda # di depannya agar menjadi:
Konfigurasi ServerAdmin
Cari direktif ServerAdmin dan ganti dengan alamat email yang valid:
Tidak wajib untuk testing lokal, tapi merupakan praktik terbaik.
Konfigurasi ServerName Cari direktif ServerName dan ganti dengan IP atau hostname server kamu:
Contoh untuk lokal:
Simpan perubahan dan tutup GNOME Text Editor.
Jalankan dan Aktifkan Apache
Verifikasi Status Apache :
Jika berhasil, status akan menampilkan active (running):
Uji Web Server
Buat halaman web sederhana di direktori root Apache:
Isi file dengan:
Buka browser dan akses:
atau untuk lokal:
Jika muncul tulisan “It works!”, maka Apache berhasil terpasang dan berjalan dengan baik 🎉
Install MariaDB
MariaDB adalah implementasi default dari MySQL di Manjaro Linux. Kita akan menginstal MariaDB, menginisialisasi data directory, menjalankan service, dan mengamankan instalasi.
Install MariaDB Jalankan perintah berikut untuk menginstal MariaDB beserta client-nya:
Inisialisasi Data Directory Sebelum menjalankan MariaDB, data directory harus diinisialisasi menggunakan skrip installer bawaan. Jangan ubah opsi --datadir.
Perintah ini akan membuat struktur database dasar yang diperlukan MariaDB.
Menjalankan dan Mengaktifkan MariaDB Setelah inisialisasi selesai, jalankan MariaDB dan aktifkan agar otomatis berjalan saat boot:
Verifikasi Status MariaDB Cek apakah service MariaDB berjalan dengan baik:
Hasil yang berhasil biasanya terlihat seperti ini:
Jika status active (running) muncul, MariaDB sudah siap digunakan ✅
Amankan Instalasi MariaDB Disarankan untuk mengamankan instalasi MariaDB menggunakan skrip yang disediakan:
Perhatikan hal berikut saat mengikuti panduan:
- Password root MariaDB tidak sama dengan password sistem Linux kamu.
- Ikuti instruksi pada layar untuk:
- Mengatur password root MariaDB
- Menghapus user anonim
- Menonaktifkan login root dari jarak jauh
- Menghapus database test
- Me-reload privilege tables
Setelah selesai, MariaDB kamu akan lebih aman dan siap digunakan untuk pengembangan aplikasi web.
Install PHP
Manjaro selalu menyediakan versi PHP terbaru. Kita akan menginstal PHP beserta modul Apache agar bisa dijalankan di web server.
Install PHP dan Modul Apache Jalankan perintah berikut:
Konfigurasi Modul PHP di Apache Buka file konfigurasi Apache menggunakan GNOME Text Editor:
Ganti MPM Module Cari baris berikut:
Ubah menjadi:
Pastikanmpm_event_moduledikomentari, danmpm_prefork_moduleaktif. Apache membutuhkan mpm_prefork untuk menjalankan modul PHP secara stabil.
Tambahkan Modul PHP Scroll ke bagian bawah file dan tambahkan baris berikut:
Simpan dan tutup GNOME Text Editor.
Cek Konfigurasi Apache Sebelum merestart service, pastikan konfigurasi Apache valid:
Jika muncul Syntax OK, konfigurasi sudah benar.
Restart Apache Restart service Apache agar perubahan diterapkan:
Uji PHP Buat file pengujian PHP di root web Apache:
Isi file dengan:
Simpan file.
Akses Halaman Info PHP Buka browser dan akses:
atau untuk lokal:
Jika berhasil, akan muncul halaman informasi PHP, termasuk versi PHP, modul yang aktif, dan konfigurasi server. Ini menandakan Apache dan PHP sudah terintegrasi dengan baik ✅
Install phpMyAdmin
phpMyAdmin adalah alat grafis untuk mengelola MySQL/MariaDB, memungkinkan kamu membuat, mengedit, dan menghapus database melalui antarmuka web. Tutorial ini akan membahas instalasi, konfigurasi PHP, Apache, dan pengamanan phpMyAdmin.
Install phpMyAdmin
Konfigurasi PHP untuk MariaDB Buka atau buat file konfigurasi PHP untuk MariaDB:
nanti akan muncul
Buka atau buat file konfigurasi PHP untuk MariaDB:
hilangkan tanda ; (semicolon) baris berikut untuk mengaktifkan :
Simpan dan tutup file.
Buat Konfigurasi Apache untuk phpMyAdmin Buat file konfigurasi Apache khusus phpMyAdmin:
Tambahkan konfigurasi berikut:
Simpan dan tutup file.
Sertakan Konfigurasi phpMyAdmin di Apache Edit file utama konfigurasi Apache:
Scroll ke bagian paling bawah, tambahkan baris berikut:
Cek dan Restart ApachePeriksa apakah konfigurasi Apache valid:
Jika muncul Syntax OK, restart Apache:
Konfigurasi phpMyAdmin Buka file konfigurasi phpMyAdmin:
Tambahkan nilai blowfish_secret (gunakan string acak 16-byte hex):
Hasilnya tambahkan ke file:
Simpan file.
Menggunakan Terminal Alternatif cepat via terminal:
Uji phpMyAdmin Buka browser dan akses:
atau untuk lokal:
Jika berhasil, kamu akan melihat halaman login phpMyAdmin, siap digunakan untuk mengelola database MariaDB melalui antarmuka web ✅
0 Comments
Leave a Comment